Berrrrr….logo satu ini memang luwes untuk ditekak-tekuk. Majalah Fortune 1993, ketika membahas ekonomi Rusia, ada ilustrasi kios-kios kaos di Moskow. Yang dijajar antara lain kaos berlogo Coca Cola, dengan huruf Rusia. Kaos lain, memajang logo golden arch-nya McDonald, tetapi gambarnya diganti dengan Lenin. Jadilah : McLenin. Cerminan Rusia yang sedang menuju ekonomi bebas.
Indonesia juga begitu, bukan ? Lalu kapan ada kaos kita berlogo McBY, McMega, McMulyani, McMallarangeng (Rizal ?) atau McKalla (walau kompleks pertokoan Makassar miliknya yang ada gerai McDonaldnya, diserang orang saat sentimen anti AS membara )?
Untuk ikut menggalakkan gerakan meng-kaos-isasi Indonesia, situs kaos Mas Inu telah saya pajang di blogroll blog saya. Ini blog sederhana berisi cerita-cerita sana-sini tentang kaos-kaos yang semakin lusuh dengan cerita yang semakin mendesak untuk ditulis. Kalau ada waktu, silakan rawuh di : Every Kaos Tells a Story (
http://kisahkaos.blogspot.com).
Topik lain. Dalam posting Anda tentang mobil Audi-nya Edhie Baskoro Yudhoyono, di Kompasiana tahun 2008 (baru saja saya temui kini secara serendipity), Mas Inu antara lain cerita (balas komentar “mbak ratna”) lagi di Solo, dan berbelanja batik di butik batiknya Ibu Akbar Tanjung. Tempatnya apa di resto Rumahkoe itu ?
BTW, dari keluarga Ibu Akbar Tanjung ini, saya kenal kakaknya, Miduk. Saya pernah melihat sang ibu, Ibu Mulyadi, ketika main ke rumahnya di Purwotomo, sedang membatik. Tahun 1997, kalau tak salah, saya membezoek famili yang sedang dirawat di Ruang Cenderawasih, RS Cipto, Jakarta. Tak sangka, saat itu pula, di gedung yang sama, ibu dari Ibu Akbar Tanjung itu sedang dirawat. Saya mendapat info itu dari para pembantunya Pak Akbar di ruang tunggu.
Saya juga mengenal adiknya yang paling yunior. Krisandari. nDari ini pernah menjadi murid saya di kursus melukis anak-anak. Pak gurunya pernah dapat kado kain batik darinya. Jadi obrolan ini kira-kira bisa disebut reuni antara kaos dan batik.
Moga kaosnya laris.